Monday, May 4, 2015

Liburan Lebaran ke Pulau Melayu (Jalan-jalan ke Penyengat)



Selamat Datang di Pulau Penyengat, readers...

Sekarang mimin bakal ngebahas liburan mimin di lebaran tahun lalu ke Pulau Melayu yaitu Pulau Penyengat. Kata mama nih, orang melayu belum sah klo belom kesini, jadi ceritanya mimin udah jd Melayu ori.



Pulau Penyengat adalah pulau kecil berjarak sekitar 2 km di seberang Tanjung Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau. Pada abad ke-18 pulau ini merupakan lokasi pemerintahan Kesultanan Johor-Riau dengan istana perpaduan arsitektur Jawa dan Belanda dan kini tengah direnovasi setelah sempat terbengkalai selama 80 tahun, Pulau Penyengat atau nama lengkapnya Pulau Penyengat Indera Sakti ini hanya berukuran sekira 2.500 meter x 750 meter. Mimin belum tau pasti asal mula nama 'penyengat' namun menurut cerita masyarakat disana sekitar dahulu pulau ini dijadikan pelabuhan persinggahan pelaut untuk mengambil air tawar untuk bekal pelayaran. Suatu waktu seorang saudagar yang hendak mengambil air tiba-tiba 'disengat' ribuan lebah yang tinggal di pepohonan pulau ini. Dari situlah nama 'penyengat' berasal. Lucu sih yaaa.. hehe

Pulau Penyengat
Karena pulau penyengat ini berada di tengah-tengah laut maka mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah nelayan. Klo mimin tinggal disana, berarti gak makan dong :'( karena mimin gak makan ikan -_- (curcol) Penduduk Pulau Penyengat merupakan keturunan Melayu dan bahasa ibu mereka adalah bahasa Melayu Riau. Mayoritas penduduk Pulau Penyengat menganut agama Islam yang taat dengan tatakrama dan kesopanan sangat dijunjung tinggi.

Mobilitas di Pulau Penyengat mungkin sedikit berbeda dengan pulau-pulau lain yang ada di Indonesia. Di pulau ini, readers tidak akan menemukan kendaraan roda empat jenis apapun, yang ada hanya sepeda motor dan becak motor. Oleh karena itu, jalanan di pulau ini sempit. Penunjuk jalan pun menggunakan dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Huruf Arab Gundul.
Karena merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Johor-Riau, di pulau penyengat ini banyak ditemui berbagai peninggalan Kesultanan Johor-Riau diantaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau, Kompleks Pemakaman Keluarga Kesultanan Johor-Riau, makam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor, Balai Adat, dan benteng di Bukit Kursi.
Meskipun ukuran pulau ini bisa di bilang kecil namun potensi wisatanya cukup besar. Di pulau penyengat ini dapat readers nikmati wisata sejarah, seni dan budaya. Bahkan, pemerintah Kepulauan Riau sudah menjadikan Pulau Penyengat sebagai salah satu destinasi unggulan mereka loh..


Berkunjung ke Pulau Penyengat, berarti berkunjung ke Masjid Sultan Riau. Masjid yang dibangun menggunakan perekat putih telur ini memiliki warna kuning menyala dan sangat mencolok jika dilihat dari kejauhan. Ukuran masjidnya sekira 54 x 32 meter dengan bangunan induknya 29,3 x 19,5 meter. Masjid Sultan Riau begitu megah dengan tiga belas kubah dan empat menara runcing setinggi 18,9 meter dan ditopang empat tiang dengan ketebalan dinding mencapai 50 cm serta masih berlantaikan batu bata.

Selain berkunjung ke Masjid Sultan Riau, readers wajib untuk berkeliling pulau. Salah satunya ke Kompleks Pemakaman Keluarga Kesultanan Johor-Riau di daerah Dalam Besar. Di kompleks pemakaman ini terdapat makam Engku Puteri Permaisuri Sultan Mahmud yang wafat pada 1812, makam Raja Ahmad, Raja Abdullah, Raja Aisyah Permaisuri, dan Raja Ali Haji yang merupakan seorang pahlawan nasional.


Makam Raja Jaafar, Raja Ali

Klo readers udah capek keliling2 pulau bisa nyantai dan melihat-lihat Balai Adat yang berarsitektur Melayu. Balai Adat ini berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat Pulau Penyengat mulai dari musyawarah hingga penyelenggaraan hajatan pernikahan. 



Di dalam Balai Adat yg biasa dipakai untuk nikahan











Jidat mimin dimana-mana -_-












Berikutnya readers bisa melanjutkan ngeliat gedung yang dulu digunakan sebagai tempat penyimpanan persenjataan dan benteng pertahanan di Bukit Kursi.

Bukit Kursi
Cukup sehari untuk keliling Pulau Penyengat ^.^

Bagi kalian yg mau tau tentang Pulau Batam bisa di liat di youtube ini: GianSky Production

Terimakasih readers, sudah mau mampir dan baca artikel mimin :*
IG (Instagram) : wika dwika
FB (Facebook) : wika dwika
Twitter : @wikadwikaa
Path : wika dwika

No comments:

Post a Comment